Situasi mengerikan itu digambarkan dalam bentuk lukisan berwarna. Akhir kehidupan dunia atau kiamat sudah menjadi keyakinan bagi sebagian besar orang. Bahkan, di tahun 1939, para ilmuwan sudah menganalisa proses terjadinya kiamat dan digambarkan dalam bentuk lukisan. Seperti apa?
Berdasarkan prediksi sejumlah ilmuwan pada masa itu, akhir kehidupan dunia bukan hanya dikarenakan kondisi panas atau dingin yang ekstrem, tapi juga mungkin disebabkan oleh ledakan Matahari, bulan, dan hujaman meteor raksasa.
Arsip majalah Popular Science edisi September 1939 bertajuk 'How Will the World End?' sudah memvisualisasikan proses kiamat dengan ilustrasi kehancuran Bumi. Bersamaan dengan ilustrasi itu, majalah terbitan Amerika Serikat ini juga menyertakan tiga artikel.
[ "Orang-orang yang terhindar serangan itu masih akan terancam, tidak hanya oleh gempa Bumi yang mengerikan, tetapi juga ledakan udara berkecepatan badai membakar permukaan yang bergerak cepat dari titik ledak," ] tulis Popular Science itu.
Kemudian, Popsci melansir, skema lain yaitu ledakan bintang. Disebutkan sewaktu-waktu bintang bisa menjadi nova (ledakan bintang) atau kecerahan misterius yang berkobar.
Jika Matahari tiba-tiba meniupkan gumpalan cairannya, dalam delapan menit ledakan singkat dari panas radiasi akan sampai ke Bumi dan kehidupan di Bumi lenyap seketika.
Tapi, saat cahaya matahari berkurang, atmosfer Bumi berubah menjadi udara cair, dan sangat tidak mungkin ada kehidupan tanpa adanya atmosfer.
Dikatakan, karena orbit bulan melambat, Bumi akan menarik bulan semakin dekat. Kondisi ini menyebabkan gelombang pasang raksasa juga ledakan inti Bumi yang memuntahkan lava dalam volume sangat besar.
0 comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.