Karena Menolak Digusur, Warga Desa Ini Tinggal Dikelilingi Sungai - Para pengembang di negara China tak henti-hentinya membangun lahan tidur, bahkan sampai menggusur orang-orang tua yang sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di wilayah tersebut.
Kasus penggusuran akibat pembangunan proyek kembali terjadi, kali ini di Yangji, provinsi Guangdong, China. Kasus kali ini dapat digolongkan sebagai kasus yang paling ekstrem karena sang pengembang sampai nekat membuat sungai mengelilingi bangunan tua yang berisi warga yang masih enggan pindah.
Warga enggan pindah karena mereka sudah tinggal puluhan tahun di desa, yang dulunya terdapat 1.400 kepala keluarga dengan lebih dari 4.000 penduduk. Bahkan, desa tersebut sudah ada sejak 900 tahun lalu.
Dilansir dari Dailymail.co.uk, warga tersebut memberi keterangan kalau sungai yang dibuat untuk mengepung rumah mereka, dalamnya seperti tinggi pria dewasa, dan lebarnya 2 kali lipat. Pembuatan sungai diharapkan menjadi upaya terakhir untuk menggusur sisa penduduk yang bersikukuh tidak mau dipindahkan tempat tinggalnya, ataupun menerima uang ganti rugi.
Warga hanya dikasih waktu untuk pindah, sebelum sungai tersebut resmi mengelilingi wilayah tempat tinggal mereka. Meski demikian, salah seorang warga mengatakan, meski para pengembang proyek membuat sungai untuk mengepung mereka, mereka tetap tidak akan pindah karena mereka bisa membangun jembatan untuk melewatinya.
Sebelumnya, untuk menggusur warga supaya pembangunan proyek bisa berjalan lancar, sang pengembang sudah memakai berbagai cara. Mulai dari pemutusan aliran listrik, dan juga pasokan air bersih ke tempat tinggal mereka, hingga langkah ekstrem seperti sekarang ini.
Akan tetapi, mereka tetap berjuang untuk bertahan dan tidak mau pindah. Sebagian warga desa itu, tetap saja menolak untuk meninggalkan bangunan tua yang sebenarnya sudah tidak layak huni.
Proyek pembangunan ini sebenarnya sudah dimulai tahun 2010 lalu, hanya saja harus tertunda lebih kurang selama 2 tahun dikarenakan adanya pemilik tempat tinggal yang tidak mau pindah dan menolak untuk menandatangani surat perjanjian, padahal sekitar 99% penduduk di situ sudah menandatangani surat perjanjian tersebut, dan sudah direlokasikan.
Kasus seperti ini tidak jauh berbeda dengan kasus yang menimpa kakek tua yang bernama Luo Baogen. Kakek ini memilih untuk tinggal di bangunan apartemen tua yang sudah dia tinggali selama puluhan tahun, meski sang pengembang sudah membuat jalan raya besar mengelilingi apartemen tersebut.
Namun, kabar terakhir mengungkapkan, akhirnya Luo Baogen dan istrinya dipindahkan pada bulan Desember 2012 lalu, dan bangunan apartemen itupun sudah dihancurkan. | ciricara.com
Popular Posts
-
Piramid atau piram i da adalah konstruksi bangunan yang sudah digunakan sejak lama oleh bangsa Mesir kuno maupun bangsa Maya, dig u nakan se...
-
Foto Hot: Masa Muda Yati Octavia Beredar Luas di Internet - Sejujurnya, meskipun usianya sudah tak muda lagi, sisa-sisa kecantikan di wajah...
-
Dalam dunia per-bra-an, ada dua cara mengukur berapa ukuran bra. Yaitu: 1. Ukuran lingkar badan: dengan pita pengukur, ukurlah bagian atas ...
-
Primbon Nogo Dino Menolak Pengaruh Hari Sial atau Hari Buruk Primbon Nogo dino dalam Primbon Indonesia dikenal sebagai Naga hari. Khusus ...
-
11 Film Bioskop Jadul Yang Bertemakan Mesum - Tahukah anda bahwa film-film jaman dulu sebagian besar berkonotasi yang mengarah kepada konte...
-
Artis Asia Mandarin yang Sempat Ngetop karena Main Film Dewasa xxx Beberapa dari anda mungkin tidak tahu ada artis mandarin yang sempat nge...
-
5 Artis Porno Paling Gemuk Di Dunia 5 Artis Porno Paling Gemuk Di Dunia - Artis porno rata-rata mempunyai tubuh ideal cenderung kurus. U...
-
Tengku Dewi Putri (Penyiar Soccer Fever) Tengku Dewi Putri adalah seorang model dan juga host sebuah acara disalah satu stasiun TV swasta. ...
-
Musisi Ahmad Dhani Prasetyo, melalui akun Twitter @ahmaddhaniprast menulis sebuah pernyataan kontroversial bahwa manusia pertama di muka ...
-
99RATIZ ONLINE - Sekedar untuk hiburan pada malam yang sunyi mencekam ini. Maka tidak ada salahnya kalau kita mencoba untuk melihat yang se...
Friday, 8 February 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.