Inilah 6 Gaya Unik Orang Indonesia Saat Beli Kondom - Sahabat membongkarfakta Kali ini admin akan postingin 6 Gaya Unik Orang Indonesia Saat Beli Kondom yang Malu Malu langsung aja di simak artikel unik dari membongkarfakta.blogspot.com Sebagai alat kontrasepsi maupun perlindungan dari penyakit kelamin masih dianggap tabu sehingga banyak yang malu kalau harus membelinya. Di apotek, pembeli kondom punya ciri tertentu yang membedakannya dari para pengunjung lainnya.
"Pasien yang mau beli kondom biasanya tidak ingin ketahuan oleh pengunjung lain," kata Banu, seorang apoteker yang bekerja di salah satu jaringan apotek ternama.
Namun justru karena tidak ingin ketahuan, para pembeli kondom sering berperilaku aneh sehingga jadi tampak beda dari pengunjung lainnya. Perilaku yang dimaksud Banu antara lain sebagai berikut:
1. Mondar-mandir dulu di depan apotek
Seorang pembeli kondom biasanya ingin memastikan dulu situasi apoteknya aman, tidak sedang ramai pengunjung dan tidak ada yang mengenalinya. Bahkan sebelum masuk apotek, calon pembeli sering mondar-mandir dulu dan baru masuk kalau pengunjung lain sudah sepi.
2. Helm tidak dilepas
Karena malu, kebanyakan orang yang mau beli kodom tidak mau berlama-lama berada di apotek. Biar bisa langsung pergi secepat mungkin setelah mendapatkan barang yang diinginkan, maka helm pun tidak perlu dilepas.
3. Pakai slayer atau masker wajah
Menyamarkan identitas adalah salah satu modus orang yang malu-malu saat beli kondom. Menggunakan penutup muka seperti slayer atau masker cukup efektif menyamarkan wajah dan tidak terkesan berlebihan karena benda itu sering dipakai juga oleh pengendara motor.
4. Banyak beli vitamin tidak penting
Tidak semua orang punya nyali untuk langsung membeli kondom sesampainya di apotek. Kadang pembeli akan membeli obat-obat yang tidak penting dulu seperti multivitamin, sambil menilai situasi apakah aman atau tidak, pelayannya ramah atau galak, baru kalau sudah yakin maka dia baru akan beli kondom.
5. Hanya menunjuk, tidak banyak bicara
Kebanyakan pembeli kondom di apotek agak malu kalau ketahuan oleh pengunjung lainnya. Oleh karena itu, kebanyakan lebih suka menunjuk-nunjuk kondom yang inginkan sambil menyebut warna atau ciri-cirinya, daripada terang-terangan mengatakan mau beli kondom merek tertentu.
6. Habis dilayani langsung disembunyikan
Di apotek, orang yang membeli obat pasti akan memeriksa dulu belanjaannya untuk memastikan tidak ada yang salah. Khusus untuk pembeli kondom, pemeriksaan dianggap buang-buang waktu dan memperbesar risiko ketahuan. Kebanyakan begitu dibayar, barang langsung masuk kantong atau dimasukkan plastik hitam.
Popular Posts
-
Kodok-Kodok Pintar Menyamar Ingat lagu anak-anak ini? "Ada kodok (rekotek, rekotek). Di pinggir kali (rekotek-rekotek). Mencari makan.....
-
Piramid atau piram i da adalah konstruksi bangunan yang sudah digunakan sejak lama oleh bangsa Mesir kuno maupun bangsa Maya, dig u nakan se...
-
Foto Hot: Masa Muda Yati Octavia Beredar Luas di Internet - Sejujurnya, meskipun usianya sudah tak muda lagi, sisa-sisa kecantikan di wajah...
-
Dalam dunia per-bra-an, ada dua cara mengukur berapa ukuran bra. Yaitu: 1. Ukuran lingkar badan: dengan pita pengukur, ukurlah bagian atas ...
-
Primbon Nogo Dino Menolak Pengaruh Hari Sial atau Hari Buruk Primbon Nogo dino dalam Primbon Indonesia dikenal sebagai Naga hari. Khusus ...
-
11 Film Bioskop Jadul Yang Bertemakan Mesum - Tahukah anda bahwa film-film jaman dulu sebagian besar berkonotasi yang mengarah kepada konte...
-
Artis Asia Mandarin yang Sempat Ngetop karena Main Film Dewasa xxx Beberapa dari anda mungkin tidak tahu ada artis mandarin yang sempat nge...
-
5 Artis Porno Paling Gemuk Di Dunia 5 Artis Porno Paling Gemuk Di Dunia - Artis porno rata-rata mempunyai tubuh ideal cenderung kurus. U...
-
Tengku Dewi Putri (Penyiar Soccer Fever) Tengku Dewi Putri adalah seorang model dan juga host sebuah acara disalah satu stasiun TV swasta. ...
-
Musisi Ahmad Dhani Prasetyo, melalui akun Twitter @ahmaddhaniprast menulis sebuah pernyataan kontroversial bahwa manusia pertama di muka ...
Saturday, 16 February 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.