Searching...

Popular Posts

Thursday, 8 November 2012

Inilah Julukan Unik Kota Kota di Indonesia

23:31
Nama adalah sebutan yang diberikan pada benda, manusia, tempat, produk, atau juga untuk gagasan ataupun konsep.  Nama memiliki tujuan untuk membedakan antara satu dengan yang lain dan untuk mengenali suatu kelompok, baik orang maupun makhluk hidup lainnya.

Nama juga bisa dikelompokkan menjadi beberapa bagian, seperti nama asli, nama lengkap, atau nama singkat. Nama panggilan, biasanya untuk memudahkan atau mempersingkat jika nama asli cukup sulit disebutkan.

Khusus untuk nama julukan biasanya berkaitan dengan suatu peristiwa, baik sejarah, kejadian penting, atau kejadian lainnya yang mengarah pada penggantian nama asli, seperi kota-kota di Indonesia yang memiliki julukan tersendiri. Dari beberapa julukan tersebut ada yang terbilang unik karena berkaitan dengan sejarah, kondisi georgrafis, maupun tata cara kehidupan sosial kota tersebut.

Berikut julukan unik kota-kota di Indonesia:

1. Bandung, Kota Kembang
Kembang adalah bahasa Sunda untuk kata bunga. Kata kembang adalah kiasan untuk noni-noni atau perempuan muda bandung yang terkenal dengan kecantikkan dan keanggunannya. Istilah kota kembang berasal dari peristiwa pada tahun 1896 saat Bestuur Van De Vereninging Van Suikerplanters atau pengurus besar perkumpulan pengusaha gula yang berkedudukan di Surabaya memilih Bandung sebagai tempat penyelenggaraan kongres yang pertama. Sebagai peserta panitia kongres, tuan Jacob mendapat masukkan dari Meneer Schenk agar menyediakan wanita cantik Indo-Belanda dari wilayah perkebunan pasirmalang untuk menghibur para pengusaha gula tersebut. Dan noni cantik tersebut bagi orang Sunda disebut kembang, atau bunga, karena kecantikannya seperti bunga yang menarik hati jika dipandang.

Setelah kongres, para pengusaha tersebut menyatakan kepuasannya. Atas pujian terhadap para gadis cantik yang sudah menemaninya, keluar istilah dalam bahasa Belanda, De Bloem Der Indische Bergsteden, atau yang artinya bunganya kota pegunungan di Hindia Belanda. Sejak saat itulah kemudian muncul julukan Bandung sebagai kota kembang.

2. Kudus, Kota Kretek
Julukan kota kretek untuk kota Kudus di Provinsi Jawa Tengah, karena Kudus merupakan penghasil rokok kretek terbesar di Jawa Tengah. Ternyata embel-embel kretek berasal dari bunyi rokok yang gulungan cengkeh dan tembakaunya menggunakan daun jagung yang sudah kering. Dan ketika dihisap keluar bunyi kretek-kretek dari daun jagung yang kering tersebut.

Konon, pembuatan rokok dengan cara diliting tersebut pertama kali dilakukan seorang warga Kudus bernama Haji Djamari sekitar abad ke-19. Penduduk asli Kudus ini tengah menderita sakit dada. Biasanya Djamari mengobati sakit dadanya dengan menggunakan minyak cengkeh, dan hasilnya sakit dadanya sembuh. Lantas Djamari bereksperimen mengolah cengkeh dicampur tembakau dan dilinting menggunakan daun jagung kering dijadikan rokok.

Ternyata permintaan rokok yang dianggap sebagai obat tersebut sangat tinggi. Rokok temuan Djamari tersebut lantas dinamai rokok kretek, bersumber pada bunyi daun jagung kering yang terbakar. Konon Djamari meninggal pada 1890, tetapi temuannya itu terus berkembang.

3. Bogor, Kota Hujan
Julukan untuk kota yang satu ini, berasal dari kondisi nyata kota tersebut. Julukan ini muncul karena memang intensitas hujan di kota Bogor pada zaman dulu sangat tinggi. Bahkan hampir setiap hari hujan turun di kota Bogor. Hujan tersebut juga sulit diprediksi, tetapi hanya satu yang pasti, Bogor akan selalu diguyur hujan setiap harinya.

Secara letak geografis, Bogor memang sangat berpotensi mendapat curah hujan tinggi, karena terletak di kaki Gunung Salak dan Gunung Gede, sehingga kaya akan hujan orografi. Secara ilmiah, angin laut dari laut Jawa  yang membawa uap air masuk ke pedalaman dan naik secara mendadak di wilayah Bogor, sehingga uap air langung terkondensasi dan menjadi hujan. Intensitas hujan di kota Bogor mencapai 70% dalam setahun.

4. Demak, Kota Wali
Julukan Demak, sebagai kota wali, mengacu pada Masjid Agung Demak, sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di desa Kauman, Demak, Jawa Tengah. Masjid dipercaya sebagai tempat berkumpulnya para wali atau ulama yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Atau kita mengenalnya dengan Sembilan wali atau walisongo.

Demak kota wali merupakan salah satu bentuk pencitraan kota yang terbentuk karena latar belakang sejarah penyebaran agama Islam. Selain sebagai pusat awal penyebaran Islam di Jawa, Demak juga merupakan kesultanan Islam pertama di Jawa, tepatnya sejak abad ke-15, dengan para dewan keagamaan walisongo.

5. Ambon, Kota Manise
Sederhana sekali julukan yang diberikan pada Ibu Kota Provinsi  Maluku, yang mengandung arti Ambon yang manis. Namun, walaupun sangat sederhana, kata Ambon manise mengandung banyak arti. Yang pertama kata manise merujuk pada fisik orang-orang Ambon yang manis, karena berkulit sawo matang, berambut ikal, bertulang besar dan kuat, serta terlihat lebih atletis.

Kata manise juga menggambarkan betapa indahnya kota Ambon dengan segala kekayaan alamnya. Daerah kepulauan ini memiliki banyak pantai cantik. Menurut orang-orang setempat kata cantik disetarakan dengan manis. Sedikitnya ada 8 pantai yang mengelilingi kota Ambon dan pantai di kota-kota lainnya yang berada di kepulauan kecil yang terpisah.

Kata manise terakhir juga digambarkan dalam sistem hubungan sosial di masyarakat Maluku, tentu saja Ambon, yaitu pela dan gandong. Pela adalah suatu ikatan persatuan, sedangkan gandong mempunyai arti saudara. Jadi, pela gandong merupakan suatu ikatan persatuan dan saling mengangkat saudara.

6. Madiun, Kota Gadis
Julukan untuk kota madiun sebagai kota gadis bukan berarti banyak kaum wanita dari pada kaum lelaki. Tapi kata Gadis disini adalah singkatan dari Perdaganagan Dan Industri. Sebernarnya bukan hanya Julukan kota gadis saja, tapi masih ada yaitu madiun kita pecel, madiun kota brem. karena madiun adalah penghasil sambel pecel dan kue brem.

Menurut cerita dari orang² tua, kue brem tersebut hanya bisa dibuat atau diproduksi dari air suatu daerah dan tidak bisa jika menggunakan air dari luar daerah tersebut. entah benar atau tidak tentang cerita itu, ane sendiri belom tau.

0 comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.