Searching...

Popular Posts

Thursday, 25 October 2012

Pasukan Hantu Jaman Penjajahan Yang Ditakuti

03:54
Dari dunia maya, berita mengenai UFO Bali muncul ke permukaan. Walaupun tidak cukup untuk membuat efek heboh seperti kemunculan Crop Circle, na

www.anehdidunia.com

Pada zaman penjajahan di Kalimantan dahulu kala, serdadu Belanda bersenjatakan senapan dengan teknologi mutakhir pada masanya, sementara prajurit Dayak umumnya hanya mengandalkan sumpit. Akan tetapi, serdadu Belanda ternyata jauh lebih takut terkena anak sumpit ketimbang prajurit Dayak diterjang peluru.

Penyebab yang membuat pihak penjajah gentar itu adalah anak sumpit yang beracun. Sebelum berangkat ke medan laga, prajurit Dayak mengolesi mata anak sumpit dengan getah pohon ipuh atau pohon iren. Dalam kesenyapan, mereka beraksi melepaskan anak sumpit yang disebut damek.

"Makanya, tak heran penjajah Belanda bilang, menghadapi prajurit Dayak itu seperti melawan hantu," tutur Pembina Komunitas Tarantang Petak Belanga, Chendana Putra, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tanpa tahu keberadaan lawannya, tiba-tiba saja satu per satu serdadu Belanda terkapar, membuat sisa rekannya yang masih hidup lari terbirit-birit. Kalaupun sempat membalas dengan tembakan, dampak timah panas ternyata jauh tak seimbang dengan dahsyatnya anak sumpit beracun.
www.anehdidunia.com
Tak sampai lima menit setelah tertancap anak sumpit pada bagian tubuh mana pun, para serdadu Belanda yang awalnya kejang-kajang akan tewas. Bahkan, bisa jadi dalam hitungan detik mereka sudah tak bernyawa. Sementara, jika prajurit Dayak tertembak dan bukan pada bagian yang penting, peluru tinggal dikeluarkan. Setelah dirawat beberapa minggu, mereka pun siap berperang kembali.

Penguasaan medan yang dimiliki prajurit Dayak sebagai warga setempat tentu amat mendukung pergerakan mereka di hutan rimba. "Karena itu, pengaruh penjajahan Belanda di Kalimantan umumnya umumnya hanya terkonsentrasi di kota-kota besar tapi tak menyentuh hingga pedalaman," Chendana.

Tak hanya di medan pertempuran, sumpit tak kalah ampuhnya ketika digunakan untuk berburu. Hewan-hewan besar akan ambruk dalam waktu singkat. Rusa, biawak, atau babi hutan tak akan bisa lari jauh. "Apalagi, tupai, ayam hutan, atau monyet, lebih cepat lagi," katanya.
www.anehdidunia.com
 
Bagian tubuh yang terkena anak sumpit hanya perlu dibuang sedikit karena rasanya pahit. Uniknya, hewan tersebut aman jika dimakan. "Mereka yang mengonsumsi daging buruan tak akan sakit atau keracunan," kata Chendana. Baik hewan maupun manusia, setelah tertancap anak sumpit hanya bisa berlari sambil terkencing-kencing.

"Bukan sekadar istilah, dampak itu memang nyata secara harfiah. Orang atau binatang yang kena anak sumpit, biasanya kejang-kejang sambil mengeluarkan kotoran atau air seni sebelum tewas," tambah Chendana.

Sumber http://www.anehdidunia.com/2012/10/pasukan-hantu-jaman-penjajahan-yang.html#ixzz2AJ2bzbh0
mun, dalam dua hari, kompas.com menayangkan paling tidak empat berita mengenai peristiwa ini.


Dalam satu minggu ini, beberapa pembaca menanyakan pendapat saya mengenai berita ini. Mungkin dikarenakan sebelumnya telah beredar berita mengenai adanya konvoi ufo yang disebut muncul di Denpasar. Walaupun kisah ini diberitakan oleh media ternama seperti kompas.com, namun saya menemukan cukup alasan untuk meragukan kebenarannya. Paling tidak meragukan foto yang ditampilkannya.

Salah satu berita yang dimuat kompas.com pada tanggal 7 Juni 2011 adalah berita yang berjudul "UFO "Melancong" ke Bali selama satu jam":
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah keluarga di Perumahan Citra Pratama, Kerobokan Kelod, Kuta, Bali, mengaku melihat unidentified flying object (UFO) alias benda terbang misterius. Benda tersebut terlihat sebanyak dua kali.

"Benda itu terlihat sekali pada dua pekan lalu dan terlihat sekali lagi pekan lalu," tutur Rini Wulandari, salah seorang warga, Selasa (7/6/2011).

Saksi mata yang melihat penampakan benda tersebut adalah kakak kandungnya, Diajeng Susilaningrum, dan seorang pembantu rumah tangga. Pada penampakan kedua kalinya, UFO malah sempat disaksikan oleh empat anggota keluarga lainnya.

"Benda itu terlihat seperti pesawat yang diam, tidak bergerak, hanya melayang di udara. Di bagian bawah pesawat ada banyak lampu yang menyala sangat terang," jelas Rini.

Benda tersebut terlihat pada malam hari di lokasi persawahan di sekitar perumahan. Pada penampakan pertama, benda tersebut hanya terlihat selama beberapa menit. Namun, pada penampakan kedua, benda tersebut terlihat melayang lebih lama, yaitu hingga selama satu jam, dan berhasil diabadikan melalui kamera di telepon seluler.

Sayang, peristiwa tersebut terjadi pada malam hari. Gambar yang berhasil diambil hanya memperlihatkan lampu-lampu yang dikatakan berada di bagian bawah UFO tersebut. Sementara badannya sendiri tak terlalu jelas terlihat.
Selain berita tersebut, kompas juga memuat sebuah foto yang disebut diambil oleh saksi.

Ini screen shot dari kompas.com:


Di caption foto sebelah kanan atas tertulis "Rini Wulandari".

Di Caption bawah tengah tertulis: "Penampakan UFO (Unidentified Flying Object) atau benda terbang misterius di persawahan dekat perumahan Citra Pratama, Kerobokan Kelod, Kuta Bali."

Caption ini mengindikasikan kalau foto ini adalah milik Rini Wulandari, yang dengan demikian merupakan foto UFO yang berhasil dipotret olehnya.

Jika kita membaca keempat berita yang ditayangkan oleh kompas.com, kita bisa menemukan inkonsistensi kecil. Misalnya, pada berita yang ditulis sang wartawan, disebutkan: "Sayang, peristiwa tersebut terjadi pada malam hari. Gambar yang berhasil diambil hanya memperlihatkan lampu-lampu yang dikatakan berada di bagian bawah UFO tersebut. Sementara badannya sendiri tak terlalu jelas terlihat."

Kalimat ini mengindikasikan kalau UFO itu berukuran besar dan cahaya-cahaya yang terlihat pada foto di atas adalah lampu-lampu yang berada di bagian bawah UFO.

Namun, deskripsi ini tidak sesuai dengan berita yang dimuat tanggal 8 Juni 2011 yang berjudul: "UFO di Bali berbentuk Bulat bercahaya".

Dalam berita itu disebutkan: "Ia pun menggambarkan bahwa bentuknya bulat dengan pinggir lingkaran terang, tetapi di sekelilingnya terdapat cincin-cincin yang berputar-putar. Baginya itu indah. Karenanya, ia pun sontak menelepon dua pembantunya dan seorang keponakannya. Sayangnya, baterai telepon genggamnya tak bersahabat alias mati. Alat perekam lainnya pun tak ada. Namun, Lasni, pembantunya, memiliki telepon genggam dengan kemampuan foto 2 megapiksel. Hasilnya lumayan karena jika diperbesar, bentuk benda itu bisa terlihat."

Berita pertama menyebutkan kalau foto tersebut hanya memperlihatkan lampu-lampu di bagian bawah UFO. Di berita kedua disebutkan kalau bentuk "benda" tersebut bisa terlihat.

Jika kita mencari jalan tengah, kita memang bisa merekonsiliasi kedua kalimat tersebut. Misalnya, mungkin ada lebih dari satu foto dan mereka sedang berbicara mengenai dua foto yang berbeda - tetapi dalam berita ini, sang wartawan tidak memberikan kita petunjuk mengenai itu.

Karena itu saya menyebutnya sebagai inkonsistensi kecil. Tetapi, alasan saya untuk meragukan berita ini bukan karena inkonsistensi tersebut, melainkan karena foto yang ditampilkan.

Jika kita melihat foto ini, memang imajinasi kita bisa membayangkan kalau cahaya-cahaya tersebut adalah lampu-lampu yang berada di bagian bawah UFO.

Seperti biasa, media online umumnya memuat foto dalam ukuran kecil (mungkin untuk menghemat bandwith) sehingga mustahil untuk memeriksa foto itu dengan lebih seksama. Namun, kita bisa mengatur kontras foto tersebut untuk mendapatkan sedikit gambaran mengenai objek yang tertangkap di dalamnya.

Ketika saya mengatur kontrasnya, yang terlihat adalah seperti ini:

Sekarang, apa yang kalian lihat?

Bagi saya, foto itu terlihat seperti sebuah lanskap darat. Di atas tiga cahaya di tengah, kita bisa melihat bagian gelap bersisi rata yang terlihat seperti atap bangunan. Di bagian kiri bawah terlihat adanya garis putih mirip seperti yang ada pada jalan raya.
Selain itu, ruang di bagian kiri atas foto terlihat lebih terang. Ini mengindikasikan kalau sisi kiri foto tersebut adalah langit, bukan objek padat, sehingga tidak sesuai dengan deskripsi saksi yang menyebutkan kalau cahaya-cahaya tersebut adalah lampu di bawah UFO.
Sebagai perbandingan, coba lihat foto lain di bawah ini yang diambil di Arizona, Amerika Serikat:

Apa yang kalian lihat? Lihat juga sisi kiri atas.

Tidak.

Jika kita mengatur kontras dan cahaya pada foto, kita akan mendapatkan ini:

Sebuah lanskap darat!

UFO di kiri atas foto ternyata hanya sebuah lampu jalan.

That's it. Itu pendapat saya mengenai berita kemunculan UFO yang dimuat kompas.com.

Lalu, apa pendapat kalian? apakah kalian melihat objek berbentuk bulat dengan lampu-lampu di bawahnya pada foto tersebut?

Komentar Pilihan
Anonymous said...

Saya dari Denpasar. Saya rasa saksi mata itu mungkin jarang di bali karena sekarang di bali lagi musim layangan yang dipasang lampu. Jangan kira layangannya hanya berukuran 1 x 1 meter karena punya teman saya ukurannya 5 x 3 (tinggi) meter dan diisi lampu. Kalo mau menerbangkannya, ya di sawah, kalo malam ya kaya UFO, dan suara dari gaungan (bagian layangan yang mampu mengeluarkan suara) mirip dengungan lebah/nyamuk yang mungkin sebagian orang akan berpendapat lain mengenai suara itu.

Ada lagi layangan banjar (layangan yang dibuat oleh pemuda RT), besarnya hingga 10 meter lebih, kalo dibawa harus pake truk besar, dan di atas truk itu pun layangannya masih lebih besar dari truknya. Sebagian ada yang diberi lampu, jadi kalo dipatok (layangan yang dibiarkan mengudara semalaman), kesan anehnya terasa.


June 15, 2011 12:36 AM
(wikipedia)

0 comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.